BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur

0
768

Teks & Foto: Ifan F. Harijanto | Editor: Intan Larasati

BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur

“Seniman itu akan hidup dua kali, pertama ketika dia membuat karya, dan kedua karyanya hidup ketika dia meninggal” – Cosmas Batubara

Jakarta – Orang mungkin akan mempunyai persepsi berbeda ketika mendengar kata “BATAK”. Hampir di setiap pikiran yang mendengarnya, Batak identik dengan keras dan tegas. Namun banyak yang sebenarnya lebih indah dari apa yang dibayangkan tentang Batak. Bertempat di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jl. Antara No. 59, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (20/12) dibuka pameran yang bertema “BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur”. Pameran ini merupakan rangkaian dari peringatan 20 Tahun Galeri Foto Jurnalistik Antara yang juga secara bersamaan menampilkan 111 karya para sahabat, alumnus, tim mentor, dan segenap pembimbing Galeri Foto Jurnalistik Antara  Home of Freedom.

Pameran, peluncuran buku, dan penayangan video BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur ini merupakan hasil dari perjalanan Tim Tanah Air yaitu Arizona Sudiro, Arnold Simanjuntak, Budi Chandra, Diana Putri Tarigan, Hasiholan Siahaan, Mahatma Putra, dan Sihol Sitanggang. Mereka selama hampir satu tahun dengan gigih melakukan perjalanan ke beberapa wilayah di Sumatera Utara untuk bisa menggali kembali jejak-jejak para leluhur.

Selama ini mungkin telah banyak cerita tentang tradisi dan budaya Batak yang ditulis sebagai acuan sejarah dan biografi Batak. Namun penyuguhan foto-foto tentang tradisi dan budaya Batak yang masih ada sampai saat ini bisa menjadi nilai tambah untuk memperkaya khasanah budaya bangsa. Entah sampai kapan budaya bangsa ini bisa dinikmati oleh anak cucu, terlebih bila pelestarian nilai budaya leluhur ini tidak ada lagi yang meneruskan.

BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur

Pembukaan pameran BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur dihadiri oleh para tokoh masyarakat Batak yang ada di Jakarta, di antaranya Cosmas Batubara, Monang Sianipar, Prof. Dr. T. Simanjuntak serta pembawa acara Irma Hutabarat. Sebagai hiburan, tampil KOSSBA (Komunitas Senang Seni Batak). Acara yang dibuka oleh Direktur Utama Kantor Berita Antara, Saiful Hadi, dengan menegaskan bahwa GFJA sebagai sebuah bangunan bersejarah tempat menyiarkan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, sangat mendukung segala upaya untuk melestarikan Budaya Indonesia, tidak terbatas pada satu atau dua kebudayaan. Siapapun yang akan memperkenalkan dan menyebarluaskan melalui media visual fotografi, GFJA sangat terbuka lebar.

Sementara itu, Cosmas Batubara yang mewakili tokoh Batak, menyiratkan bahwa Batak memang harus lebih dikenal secara mendalam, baik dari alamnya maupun budayanya. Alangkah indahnya apabila pameran ini bisa juga di nikmati di daerah-daerah lain, seperti Makassar atau Jogja. Pameran ini juga direncanakan akan dibawa ke Festival Lake Toba.

Besarnya animo dan apresiasi dari masyarakat dan tokoh masyarakat yang hadir tentu sangat membanggakan para fotografer dan filmmaker yang terlibat dalam Tim Tanah Air. Kerja keras mereka selama ini melakukan perjalanan secara sukarela semata-mata karena kecintaan terhadap para leluhurnya, ternyata berbuah manis. Diharapkan ini dapat memacu semangat rekan-rekan Tim Tanah Air untuk bisa melakukannya di daerah-daerah lainnya. Bahkan dengan gaya bercanda, Cosmas Batubara menyebut Tim Tanah Air ini sebagai Tim “Gila”.

BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur

Pameran BATAK: Perjalanan ke Tanah Leluhur akan berlangsung sampai 13 Januari 2013. Pada Sabtu (12/1) akan diadakan Gallery Talk pada pukul 15.00WIB di Neo Journalism Club Jl. Antara No. 59 Pasar Baru Jakarta Pusat yang akan menghadirkan Tim Tanah Air. Bagi Anda yang belum mempunyai acara di akhir pekan nanti bisa diagendakan untuk ikut Gallery Talk untuk bisa menanyakan langsung pengalaman, suka duka, dan trik untuk bisa menyelesaikan perjalanan ke tanah leluhur. Berbagi pengalaman secara langsung akan membangkitkan rasa yang berbeda dibanding ketika kita mendengarnya dari orang lain, maupun hanya membacanya. Semoga Anda akan menjadi Tim Tanah Air berikutnya.