Festival Taman Bacaan Masyarakat 2014, Jembatan Literasi Indonesia

0
4744
20140925_FTBM 2014_2

20140925_FTBM 2014_1Kenapa tulisan itu menjadi penting dalam kehidupan kita? Anda pasti tahu bagaimana peradaban ini dibangun dari tradisi tulis bukan tradisi lisan. Munculnya hermeneutika merupakan kekayaan teori dalam memaknai setiap jengkal literasi. Fenomenologi pun membungkusnya menjadi sebuah realitas. Ketika seorang novelis membuat sebuah cerita berdasarkan kejadian yang ia rasakan, sekalipun fiksi, pembaca akan sulit memisahkan antara fiksi dan nyata. Sehingga ia masuk menjadi simulakrum (representasi atau imitasi dari kehidupan penulis tersebut , red).

Festival Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) 2014 diselenggarakan di Kendari pada  17–21 September 2014, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Aksara Internasional yang ke-49. Acara ini diadakan di eks area MTQ yang merupakan alun-alun Kota Kendari dan ruang publik. FTBM sendiri merupakan ajang silaturahmi bagi para penulis, penerbit buku, dan para orang-orang kreatif yang berkecimpung di dunia literasi Indonesia. Selain pameran, bedah buku, dan launching, ada pula pementasan seni budaya dan pameran produk kreatif.

Banyak penulis muda dan senior yang berdatangan dari berbagai daerah. Mereka riang menyambut acara ini dengan suka cita.

20140925_FTBM 2014_2Gol A Gong, Ketua Umum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, berkata bahwa pemilihan Kendari sebagai kota tempat diselenggarakannya FTBM 2014 sudah tepat. Salah satu kota kreatif di Indonesia ini memiliki pemuda yang bersemangat dan memiliki jiwa sosial tinggi. Hebatnya lagi, mereka memiliki karya sastra dengan cita rasanya tersendiri. Inilah pertama kalinya FTBM diselenggarakan di luar pulau Jawa. Para peserta pun tercatat berjumlah 158 peserta dari seluruh Indonesia.

Area stan TBM juga hadir dengan desain yang beragam sesuai dengan ciri khas kebudayaan dari masing-masing daerah. Dengan dekorasi tematik yang menggambarkan perjuangan untuk mengampanyekan budaya baca dan tulis kepada masyarakat Indonesia, para pengunjung dibuat seakan-akan berada di seluruh wilayah Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Pengunjung dapat pula bertemu dan berdiskusi langsung dengan para penulis hebat Indonesia dengan berkunjung ke stan mereka.

Nita Novrianti salah satu pengunjung, mengungkapkan rasa haru tak terhingga karena telah membeli buku yang sudah lama dicarinya dan mendapatkan tanda tangan langsung dari penulis idolanya. “Ternyata penulis hebat Indonesia orangnya keren-keren dan baik hati. Selain membeli buku dan mendapatkan aksesori, kita dapat berdiskusi dan belajar cara menulis yang baik dan benar,” katanya.

Para pengunjung memang disambut dengan ramah oleh penjaga stan yang tanpa mereka sadari adalah penulis yang mereka idolakan. Ini adalah surprise yang luar biasa bagi para pengunjung. Selain itu, buku lawas maupun baru tersedia di acara ini.

20140925_FTBM 2014_3Syarifuddin Gani, seorang penyair, menyatakan bahwa FTBM 2014 adalah ajang bagi para penulis lokal untuk memperkenalkan potensi literasi Sulawesi Tenggara kepada Indonesia. Memang, banyak penulis lokal yang sudah menghasilkan buku dari penerbit nasional bahkan tergolong best-seller, di antaranya Yusran Darmawan, Ilham Q. Moehiddin, dan Arham Kendari.

Dari FTBM 2014, diharapkan pemerintah pusat dan daerah bisa terus berkolaborasi dengan Taman Bacaan Masyarakat Indonesia yang memiliki jaringan hingga ke pelosok kampung di Nusantara. Dengan dukungan tersebut, perjuangan mewujudkan masyarakat cerdas aksara demi pembangunan bangsa dan negara, bisa terwujud.

Tautan Luar: