Masyarakat Ekonomi Asean 2015, Kreatif atau Binasa

0
2045

20150217_MEA_1Persaingan di zaman modern, menuntut manusia untuk berdikari dan siap untuk berkompetisi agar tidak tertinggal dari sebuah pergeseran era akan daya saing yang tinggi. Tahun 2015 adalah tahun bagi negara-negara dikawasan Asia Tenggara untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah satu dekade lalu menjadi cita-cita bersama, demi menciptakan kesatuan pasar (pasar tunggal) yang bebas dan sebagai basis produksi serta jalur distribusi tanpa hambatan. MEA 2015 membuat arus barang, jasa, modal, investasi dan tenaga kerja antar sesama negara Asean akan semakin deras dan terintegrasi.

Untuk menyikapi MEA 2015, kekuatan utama ada pada sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan solutif, serta dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam, begitu juga dengan sisa-sisa rumah tangga dan olahan yang dianggap sebagai sampah, secara arif dan bijak tanpa eksploitasi yang merusak ekosistem. Olehnya itu, pengembangan SDM dalam hal peningkatan kreativitas, kemampuan keahlian, keuangan, komunikasi dan teknologi informasi menjadi sangat penting dilakukan secara stimulan dan konkrit.

Ilmu dan pengetahuan saja tidak cukup untuk bisa menggenggam kehidupan ekonomi dan sosial, sangat dibutuhkan suatu kreativitas. Begitu juga sebaliknya, kreatifitas tanpa ilmu dan pengetahuan tidak dapat menjadi solusi buat kehidupan ekonomi dan sosial. Sinergisitas haruslah terjalin dengan baik dan mesra antara Pemerintah, Akademisi, Pengusaha, Komunitas dan Insan Kreatif dalam melakukan LitBang (R&D) untuk bekerja dan berkarya bersama, serta membuat program berkesinambungan secara serius dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Ide dan imajinasi kreatif muncul salah satunya dengan beragamnya pengalaman. Tentunya pengalaman yang membutuhkan proses yang tidak instan. Nikmati semua proses dengan optimis, semakin asin dan beragam akan semakin berkualitas, serta siap dengan kompetisi dan memiliki kompetensi. Hasil kerja kreatif adalah aktualisasi dan faktualisasi dengan adanya karya nyata, baik berbentuk barang ataupun jasa.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat kreatif, itu sudah tertanam pada DNA masing-masing. Rahim Ibu masyarakat Indonesia tidak melahirkan manusia yang akan dibinasakan oleh zaman, melainkan melahirkan manusia yang berisikan ide-ide brilian untuk berperan dalam setiap zaman. Pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah pejuang, semakin tertindas dan terjajah akan semakin bersemangat menggelora mewujudkan mimpi, impian dan cita-cita dengan karya cemerlang.

Dibutuhkan sebuah pemicu untuk membangkitkan semangat dan kuat dalam berkarya, yaitu dengan mengapresiasi karya lokal dan insan kreatif serta cinta dan bangga akan produk Indonesia. Begitupun potensi untuk binasa juga terbuka luas akan terjadi, karena menjadi masyarakat konsumtif bahkan menjadi fansclub produk asing hingga menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk destinasi keluar negeri. Pertanyaannya sekarang, apakah masyarakat Indonesia sudah siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan pasar bebas secara global. Jangan sampai hanya mengucapkan selamat saja buat negara-negara dikawasan Asean, tanpa mempersiapkan kekuatan secara internal bagi kepentingan bangsa Indonesia.

Jika melihat peradaban perekonomian dunia dari pertanian, industri, teknologi dan informasi. Indonesia masih memiliki semuanya dan berpotensi untuk tidak binasa. Dimana pertanian tetap berlangsung hingga kini dan menjadi profesi turun temurun oleh masyarakat pedesaan. Industri semakin berkembang pesat, serta semakin banyaknya lahir industri baru. Sistem informasi berjalan mengikuti perkembangan teknologi kebaruan.  Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah dan memiliki wilayah yang lebih luas diantara negara-negara lain dikawasan Asean.

Kunci dari perekonomian nasional untuk menyongsong MEA 2015 adalah kreatif, menjalin tali silaturahmi, gotong royong dan musyawarah mufakat, itulah Budaya Indonesia. Memilih atau dipilih, merupakan pilihan bagi setiap personal dengan segala sumber dayanya. Tinggal memilih harus kreatif atau dipilih sebagai calon yang akan binasa.