Melebarkan Etnik Budaya dalam Indonesia Fashion Week 2015

2
1511

20150302_IFW_5

Indonesia Fashion Week bisa menjadi sebuah acara yang tidak terlupakan terlebih dalam hal fashion. Siapa sangka Indonesia pun memiliki designer handal dengan berbagai style masing-masing. Berlangsung selama tiga hari dari 27 Februari hingga 1 Maret 2015 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta berhasil membius ratusan perancang mode baik lokal maupun dunia juga turut meramaikan panggung IFW 2015. IFW berhasil mengkolaborasikan fashion show, bazaar, talkshow hingga seminar seputar industri fashion dalam suatu kesatuan.

Pada hari pertama, para penikmat fashion begitu antusias melihat perhelatan desainer-desainer Indonesia. Cukup jelas, koleksi IFW 2015 kali ini sukses memberikan pesonanya pada para pecinta fashion. Para undangan yang hadir pun memiliki ciri khas masing-masing, ada yang cantik dengan balutan kain, ada yang cool dengan balutan sarungnya, ada juga yang hadir dengan bernuansa sporty, menandakan bahwa gaya tersebut sudah memiliki pecintanya tersendiri.

20150302_IFW_2

Pada pembukannya, terdapat 747 brand dengan 230 desainer lokal serta internasional hadir memeriahkan panggung fashion tersebut. IFW 2015 menyediakan dua panggung fashion show besar yang dapat menampung penonton dengan kapasitas 300 hingga 1000 orang telah mereka persiapkan untuk menampilkan koleksi busana yang akan menjadi tren beberapa waktu ke depan.

Turut hadir pula Bapak Arief Yahya, selaku Menteri Pariwisata dengan kemeja tenun dan balutan sarung berwarna merah. Ia mendukung penuh perhelatan tersebut, ia mengharapkan agar para desainer lebih siap menembus pasar global sekaligus memperkuat industri fashion Indonesia.  “Ekonomi kreatif fashion itu menyumbang 30% sekitar 200 triliun. Untuk pariwisatanya sendiri kreatif dan pariwisata sangat dekat. Kreasi dan kreatif untuk itu kami berharap dapat menarik minat 100 ribu wisatawan.“ tutur Yahya dalam acara pembukaan IFW 2015. Selain itu, ia berharap agar Indonesia pada tiap-tiap kota memiliki Creative Centre.

Tak hanya Arief Yahya, ketua Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf juga turut hadir diantara ribuan undangan dengan menggunakan kemeja batik. “Fashion itu mencerminkan beragamnya kekayaan budaya kita sehingga bagaimana kita mengolahnya menjadi sebuah industri berskala internasional bukan hanya rumahan-rumahan dan menjadi andalan untuk pemasukan Indonesia.” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa kreativitas dan design sebagai mata uang baru dimana konten utamanya yaitu fashion agar bisa mensejahterahkan Indonesia.

20150302_IFW_1

Perhelatan Fashion Week yang memasuki tahun ke-empat ini, partisipasi masyarakat akan IFW 2015 sangat tinggi terlihat dengan bertambahnya booth penjualan serta partisipasi insan fashion tanah air untuk memamerkan koleksi mereka di atas panggung runway. Melalui ajang IFW ini diharapkan para wirausaha yang bergerak di industri fashion dapat dikenal baik di dalam negeri maupun di mata internasional.

Perlunya dukungan Pemerintah diharapkan tidak hanya sebatas sebuah penyelenggaraan saja namun peran Pemerintah juga diperlukan agar dapat memantau dan menggerakan para pelaku industri kreatif melalui kegiatan usaha kredit menengah, sehingga para desainer lokal dapat memiliki kesempatan yang lebih luas lagi. Apa yang ingin dicapai dari Indonesia Fashion Week 2015 dalam memperkenalkan etnik budaya Indonesia dimata dunia dapat diterima pada khalayak. Menyambut tahun 2025 kedepan menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah dan juga desainer Indonesia agar apa yang dicita-citakan dapat terlaksana dengan baik. Mari dukung terus dunia fashion Indonesia!

_____

Tautan Luar:

Foto: Ria Pitaloka dan Josephine Inggri