Miss Internet, Duta Internet Pertama di Indonesia

0
815
20130919_Miss internet_1

20130919_Miss internet_1

Teknologi informasi sekarang sudah sedemikian canggih. Internet telah menjadi konsumsi wajib semua orang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih maraknya media sosial yang dimiliki oleh mayoritas orang di manapun berada. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia. Menurut data survei, pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 63 juta orang. Pada tahun 2015 akan digenjot hingga mencapai setengah dari penduduk Indonesia, yaitu sekitar 120 juta orang.

Sebanyak 20 perempuan melek internet berkompetisi menjadi yang terbaik dalam ajang Miss Internet 2013, Sabtu (14/9) malam lalu di Hotel Harris Sunset Garden, Kuta. Ajang yang dirintis Asosiasi Penyedia Jasa Jaringan Internet Indonesia (APJII) Daerah Bali merupakan pertama kalinya digelar di Indonesia. Dalam malam pelaksanaan grand final tersebut, para finalis diberikan sejumlah pertanyaan oleh dewan juri. Berawal dari 20 besar, para peserta diciutkan menjadi 10 besar, kemudian mencari tiga besar sesuai dengan pilihan juri. Dari proses penjurian tersebut terpilih Dewa Ayu Windu Sari Devi (19) sebagai Miss Internet 2013. Sedangkan meraih peringkat kedua,  Diah Permata Sari A R (21), disusul I. G. A Trihita Nareswari (24).

Terpilihnya Dewa Ayu Windu Sari Devi sebagai Miss Internet 2013 adalah yang pertama di Indonesia. Selain IT Lover, dara cantik yang kerap disapa Dewa Ayu ini adalah seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Sebelum mengikuti ajang Miss Internet, gadis dengan tinggi 171 cm dan berat 58 kg ini telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya Runner Up I Duta Pariwisata Jegeg Bagus Gianyar (2013), Juara II Jegeg Bagus Baker’s Corner ( 2011), Teruni Favorit Denpasar (2010), 20 besar finalis Duta Kesehatan (2010), dan Paskibraka Provinsi Bali 2009.

”Tentunya saya sangat bangga dan terkejut bisa terpilih,” ucap Ayu Windu Sari Devi saat ditemui usai menerima gelar Miss Internet 2013. Terpilihnya Dewa Ayu nantinya akan menjadi duta internet yang akan membantu kampanye pemanfaatan internet yang produktif. “Sebagai duta internet, saya akan terus mensosialisasikan penggunaaan internet aman dan  sehat sesuai dengan program Miss Internet 2013. Dan kita tahu dengan terus berkembangnya teknologi internet masyarakat bisa dengan baik memanfaatkannya,” jelasnya.

20130919_Miss internet_3

Dewan juri Pemilihan Putri Internet 2013 ini dibagi menjadi 3 penilaian yakni juri Beauty, juri Smart dan juri IT Lovers. Juri-juri tersebut adalah juri Beauty: Tjok Aby (Designer/Owner De Galuh Boutique) dan Dyah Permata Sitawati, SE ( Direktur Umum  PT. Ristra Indolab); juri Smart: Semuel Abrijani Pangerapan (Ketua Umum APJI Pusat), DR. I Gusti Ayu Indah Ardani, SPKJ (Psikiater RSUP Sanglah), dan Sujana (Wakil Cok Ace); serta juri IT Lovers: Sylvia W. Sumarlin (Tokoh Wanita Internet Indonesia), Zulfadly Syam (Ketua APJII Wilayah Bali), dan Adi Kusma (CEO Biznet Networks).

Wahid Juniarto selaku Ketua Panitia Miss Internet 2013 dalam sambutannya mengatakan, maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai kemasan Public Relation dari APJII Bali yang merupakan asosiasi wadah seluruh penyelenggara internet legal di Bali untuk memberikan pengaruh positif kepada masyarakat luas, terutama Bali tentang pemanfaatan internet yang sehat, aman, dan produktif. “Indonesia akan memiliki duta internet yang menargetkan kelompok muda untuk lebih melek internet, dan itu dari Bali,” katanya. “Miss Internet terpilih akan menggali sisi positif dari internet, sehingga kekhawatiran orang tua saat anaknya mengonsumsi internet lebih ringan,” jelasnya.

Sedangkan Kadis Pariwisata Bali IB Kade Subikhsu mewakili Gubernur Bali mengatakan, internet sangat bermanfaat dan produktif untuk kemajuan ekonomi. “Miss Internet akan memberikan sumbangsih pada Bali, terutama sektor pariwisata, karena peran teknologi informasi sangat penting dan harus dikuasai,” katanya. Peranan Putri Internet ini menurutnya akan memberi inspirasi agar menggunakan teknologi sebagai edukasi, dengan cara positif dan bertanggung jawab. “Karena internet juga bisa memberikan dampak negative akibat penyalahgunaan teknologi,” tambahnya.

20130919_Miss internet_2

Dari ajang ini, Miss Internet terpilih akan mengemban sejumlah misi selama bertugas yang didukung sepenuhnya oleh APJII. Di antaranya, menjadi peserta sejumlah pertemuan berkaitan dengan teknologi dan informasi, mensosialisasikan kebijakan internet yang sehat, dan lainnya. Bali mencari satu ikon kecerdasan dan kecantikan yang mewakili internet di Bali. Para finalis dan sejumlah peserta lainnya akan juga berkesempatan mengikuti konferensi tata kelola internet atau Internet Governance Forum (IGF) pada Oktober nanti di Bali. Forum tata kelola internet ini menjadi forum bersama masyarakat sipil dan pemerintah untuk kebijakan internet di masa depan.

Stering comitte Miss Internet, Arnold Makasau, mengatakan tahun depan event ini akan lebih luas jangkauannya karena melibatkan perempuan dari seluruh Indonesia, tak hanya domisili Bali seperti saat ini. “Kami mengajak pihak lain ikut bekerja sama tahun depan. Namun host-nya tetap di Bali. Dari Bali untuk Indonesia,” ujar Arnold.

—–

Teks & Foto: Vifick