Samesame Clothing

1
3369
20130416_Samesameclothing_1

20130416_Samesameclothing_1

Desain gambar yang tertuang di atas sebuah kaos, tidak hanya sekedar mempermanis tampilan kaos tersebut ketika dikenakan. Banyak orang yang sengaja memilih desain khusus untuk kaos yang dipakainya, seperti desain kaos couple yang menunjukan kekompakan di antara dua insan maupun keluarga. Sebagai pasangan, sudah pasti desain yang dipilih ingin unik dan berbeda dari pasangan lain, namun kebanyakan desain kaos couple yang ada di pasaran tidak banyak pilihan. Ciri khas desain kaos couple yang ada biasanya gambar hati, lambang perempuan dan laki-laki, serta motif garis dan warna yang sama.

Melihat desain yang monoton seperti itu, Pri Agung Danarahmanto dan istrinya Julia, berinisiatif untuk mendesain kaos couple dengan gambar yang unik, serta eksklusif karena diproduksi dengan jumlah terbatas. Akhirnya pada November 2009 mereka memulai bisnisnya. Dengan modal awal sekitar Rp 4 juta, mereka memproduksi beberapa lusin kaos. Ternyata produk yang diberi nama Samesame Clothing ini diminati konsumen walaupun pemasarannya hanya dilakukan melalui jejaring sosial Facebook.

“Alhamdulillah produk-produk saya disukai pasar, jadi modalnya dapat berputar,” ucap Agung membuka perbincangan kepada Indonesia Kreatif ketika ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Terusan Buah Batu, Bandung, Minggu (31/3).

Agung menceritakan, pada tahun 2009 kaos couple memang sedang tren dan banyak orang yang menjualnya, namun belum ada distro (distribution outlet) yang secara khusus memproduksi serta menjual kaos untuk couple dan keluarga. Agung yang dulu kuliah di Program Studi S1 Teknik Informatika Insitut Teknologi Telkom, sangat aktif di laboratorium multimedia, secara otomatis dia mengetahui dunia desain grafis, animasi, dan multimedia. Dari sana dirinya terus mengembangkan kemampuannya untuk mendesain produk yang dibuatnya. Sedangkan kemampuan dalam bidang informatika, diaplikasikannya untuk membuat website guna pemasaran dan promosi Samesame Clothing.

Kaos Couple Ajang Aktualisasi Diri

Tren dan bisnis kaos couple menurut Agung tidak pernah akan mati, karena orang yang berpacaran tidak segan mengeluarkan uang, supaya mereka terlihat kompak dan romantis. Salah satunya memakai kaos couple dengan desain yang menunjukkan jati diri mereka. Berbagai desain gambar kaos couple yang terinspirasi dari kegiatan sehari-hari dan apa yang dilihat oleh sang pemilik Samesame Clothing, ataupun masukan dari teman dan konsumen, memang menghasilkan desain yang berbeda dari biasanya. Contohnya untuk pasangan atau keluarga muda yang senang dengan ilmu kimia, maka ada kaos dengan desain gambar tabung reaksi yang biasa ditemukan di laboratorium. Atau untuk pecinta fotografi, ada juga desain gambar kaos pasangan yang menggenggam kamera.

20130416_Samesameclothing_2

“Segmentasi Samesame Clothing memang untuk couple dan keluarga muda. Kami melihat segmen ini sebagai segmen yang potensial karena semua orang pasti pacaran dan kemudian berkeluarga. Orang pacaran biasanya lebih konsumtif, mudah mengeluarkan uang. Selain itu orang pacaran dan keluarga muda biasanya ingin mengaktualisasikan diri, ingin dilihat orang, ingin tampil serasi, ingin tampil kompak supaya terlihat harmonis. Perilaku seperti itu mempermudah Samesame Clothing untuk masuk ke pasar. Pasar couple dan family ini tidak akan habis. Usaha ini sangat mungkin untuk berkembang menjadi lebih besar,” terang pria kelahiran Semarang, 6 November 1987.

Samesame Clothing tidak hanya menyediakan kaos dengan desain yang menarik dan terbatas. Selain menyediakan ukuran dari S sampai XL, konsumen bisa memesan khusus sampai ukuran XXXL.

Fokus Pemasaran Online

Sampai sekarang sudah banyak desain kaos couple yang dihasilkan Samesame Clothing. Dengan rata-rata produksi 600 kaos per bulan, konsumen yang membeli kaos hasil kreativitas Agung tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi banyak pula dari luar negeri, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Korea, sampai dengan Rusia. Selain kaos couple, Samesame Clothing pun memproduksi jaket, polo shirt, dan totebag dengan desain khas yang berbeda dari yang sudah ada.

Semua proses pemasaran produksinya dilakukan secara online mulai dari website, Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, WeChat, Line, dan semua aplikasi berbasis digital  lainnya. Bukan tanpa alasan Agung memilih fokus untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai sarana pemasarannya, menurutnyapemasaran secara online jauh lebih efektif untuk memasarkan produknya kepada konsumen tanpa ada batasan wilayah.

20130416_Samesameclothing_3

“Kami melakukan pemasaran secara online saja. Kami rasa pemasaran online adalah cara yang sangat baik untuk mempromosikan produk. Selain harganya murah, jangkauannya juga luas,dan sekarang bisnis yang ada semuanya akan mengarah ke arah online. Sementara kalau pemasaran secara offline (toko), wilayah pemasarannya sebatas regional dan biayanya lebih besar,” jelas pria yang menempuh pendidikan Program Pascasarjana S2 Creative & Media Enterprise di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Pemasaran secara online ini bukan berarti tanpa resiko, selain perkembangan dunia maya yang sangat cepat sehingga harus selalu melakukan penyesuaian setiap waktu, produk-produk yang dijual pun tidak dapat disentuh secara langsung oleh pembeli. Untuk itu pihaknya selalu berkomitmen menjaga kejujuran ketika menunjukan foto-foto produknya dengan barang yang dikirim kepada pembeli.

“Meyakinkan pembeli merupakan tantangan tersendiri dalam berbisnis melalui internet. Untuk meyakinkan pelanggan, dapat dilakukan dengan foto, testimoni, atau dengan tampilan yang menarik. Dan yang terpenting jangan pernah membohongi pelanggan,” tambahnya.

Selain itu tantangan yang dihadapi dalam berbisnis online, yaitu desain-desain yang dibuat Agung tidak terbebas dari ancaman pembajakan oleh pihak lain. Sampai sekarang Agung telah menemukan beberapa desain hasil karyanya yang dibajak toko lain, termasuk ada produsen kaos couple dari luar negeri yang meniru desain buatannya. Tetapi Agung menanggapi hal itu dengan pikiran positif, dengan adanya pembajakan atau peniruan seperti itu berarti hasil produksi Samesame Clothing banyak disukai orang.

“Alhamdulillah berarti desain Samesame masih disukai orang. Untuk menghindari hal-hal seperti itu terulang ke depannya akan kami patenkan. Walaupun nanti tetap ada yang meniru, tapi kami memiliki dokumen sebagai bukti bahwa yang lebih dulu memiliki desain itu Samesame Clothing,” ujarnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Agung, yang lebih banyak tinggal di Jakarta sementara kantor Samesame Clothing di Bandung, dibantu oleh lima orang pegawai yang bertugas sebagai bagian desain, administrasi, promosi, dan pengiriman.

Agung optimistis industri kreatif dalam dunia fashion di Tanah Air akan terus berkembang dan maju, apalagi ditopang dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Konsumen saat ini membutuhkan produk fashion dengan desain yang bagus dan berkualitas.

“Industri kreatif bidang fashion berkembang sangat pesat. Kita lihat banyak event-event fashion yang ada di Indonesia. Ini berarti mulai banyak pelaku di bidang fashion. Event-event tersebut selalu dipadati pengunjung, berarti pasarnya sangat menjanjikan. Konsumen tidak lagi melihat harga, yang penting kualitas dan desainnya bagus,” pungkasnya menutup perbincangan.

Website: www.samesameclothing.com
Facebook: www.facebook.com/samesame.couple
Twitter: @samesamedistro
Wechat & Line: samesameclothing
Instagram: samesame_clothing

Foto : Yatni Setianingsih & Dok. Samesame Clothing | Editor: Intan Larasati

1 COMMENT