Sentra Kreatif Rakyat 2013

    0
    1839

    Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui keberadaannya baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Per definisi, batik adalah “kain dengan ragam hias (motif dan warna tertentu) yang merupakan ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis yang diyakini oleh masyarakatnya, dan dihasilkan dari sumber daya insani dengan keterampilan tertentu dengan menggunakan alat canting dan atau cap untuk menorehkan cairan malam panas sebagai perintang warna.”

    Keberadaan budaya batik Indonesia telah diakui tidak saja di dalam negeri Indonesia, melainkan juga di luar negeri. UNESCO, misalnya, telah mencantumkan batik Indonesia ke dalam “Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) yang ditetapkan pada tanggal 2 Oktober 2009. Pemerintah Indonesia telah mengukuhkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Pengakuan terhadap keberadaan budaya batik tersebut di atas perlu diikuti dengan upaya pelestarian dan pengembangannya. Seluruh pemangku kepentingan di Indonesia maupun luar negeri perlu diajak untuk bekerjasama, sesuai potensi dan kemampuan masing-masing, untuk melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia.

    20140113_Sentra_Kreatif_1

    Proses pelestarian dan pengembangan batik sebagai bagian budaya pakaian nasional Indonesia perlu memperhatikan dua aspek penting. Di satu sisi, batik harus dipertahankan sebagai warisan budaya nenek moyang Indonesia. Di sisi lain, batik perlu didayagunakan sebagai medium penggerak ekonomi yang berpusat kepada rakyat dan komunitas. Kedua aspek penting tersebut merupakan prasyarat penting yang harus diperhatikan guna mensukseskan pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.
    Namun demikian, praktek pelestarian dan pengembangan batik Indonesia tersebut di atas tentu tidak mudah dilaksanakan. Hal ini terjadi akibat kompleksitas hubungan antar pemangku kepentingan dalam proses teknis produksi, desain kreatif serta ekonomi batik. Sebuah pemahaman yang lebih komprehensif terkait strategi dan teknik optimal untuk pelestarian dan pengembangan batik perlu diperoleh dalam konteks keragaman budaya dan sosial ekonomi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

    20140113_Sentra_Kreatif_2

    Guna mencari model optimal guna pelestarian dan pengembangan ekonomi kreatif batik, baik di bidang kebijakan maupun terapan operasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah berinisiatif untuk meluncurkan program Pengembangan Sentra Kreatif Batik (SKB). Selanjutnya, proyek percontohan SKB telah ditetapkan pelaksanaannya di 5 (lima) daerah yang memiliki karakteristik berbeda dalam hal sejarah perkembangan budaya batik maupun tingkat perkembangan ekonomi kreatif batik yaitu kabupaten Pacitan (propinsi Jawa Timur), kabupaten Batang (propinsi Jawa Tengah), kabupaten Magelang (propinsi Jawa Tengah), kabupaten Toraja Utara (propinsi Sulawesi Selatan) dan kabupaten Manggarai Barat (propinsi Nusa Tenggara Timur).

     

    LEAVE A REPLY